Saat itu Oasis belum menjadi band utama. Mereka masih menjadi pembuka untuk R.E.M. di salah satu panggung paling terkenal di Irlandia. Namun ketika Henry Mountcharles, pemilik Slane Castle, melihat ke dalam ruangan, ia menemukan sesuatu yang cukup sulit dilupakan.
Yaitu ketika puluhan anggota keluarga Gallagher berkumpul di sana. Menurut Mountcharles, sekitar 80 kerabat keluarga Gallagher hadir dalam konser tersebut. Bahkan, ia bercanda bahwa pihak kastil beruntung bisa mengeluarkan mereka dari tempat tersebut. “Saya belum pernah melihat sebanyak itu keluarga Gallagher dalam satu ruangan,” ujarnya seperti dikutip dari Irish Times.
Cerita itu menggambarkan satu hal yang sering luput ketika membicarakan Liam dan Noel Gallagher. Dua bersaudara yang lahir dan besar di Manchester tersebut punya hubungan yang sangat kuat dengan Irlandia. Darah Irlandia itu datang dari kedua orang tua mereka.
Ayah mereka, Tommy Gallagher, berasal dari Duleek, County Meath. Sementara sang ibu, Peggy Gallagher, yang memiliki nama keluarga Sweeney sebelum menikah, berasal dari Charlestown, County Mayo. Manchester tetap menjadi kota yang membentuk Liam dan Noel.
Di sanalah mereka tumbuh, mengenal musik, membangun Oasis, lalu mengubah band tersebut menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah Britpop. Namun rumah keluarga Gallagher juga membawa cerita dari seberang Laut Irlandia. Hubungan itu terasa sejak masa kecil.
Ketika Liam berusia 10 tahun, Peggy membawa dirinya dan saudara-saudaranya meninggalkan Tommy. Hubungan antara Peggy dan Tommy memang penuh masalah. Keduanya akhirnya bercerai pada 1986. Liam masih sempat berhubungan dengan ayahnya secara sporadis ketika remaja.
Tetapi hubungan tersebut tidak pernah benar-benar membaik. Ada satu kejadian yang memperlihatkan betapa rumit hubungan Liam dengan sang ayah. Ketika Oasis sedang berada di Irlandia pada masa popularitas mereka sedang berada di puncak, Liam melihat Tommy berada di sebuah pub.
Noel pun kemudian harus menenangkan adiknya. Bertahun-tahun kemudian, sebuah rekaman percakapan telepon Liam dengan Tommy juga sempat bocor ke publik. Hubungan keduanya memang meninggalkan luka yang panjang. Namun persoalan dengan ayah mereka tidak membuat Liam dan Noel menjauh dari akar keluarga di Irlandia.
Noel beberapa kali berbicara terbuka mengenai identitas tersebut. "Kami ini orang Irlandia. Saya dan Liam bisa dibilang tidak ada darah Inggris dalam diri kami. Oasis tidak akan pernah, tidak besar, tidak sepenting itu, dan tidak akan begitu dicintai sekaligus dibenci seandainya kami tidak berdarah Irlandia," ungkapnya seperti dikutip dari The Irish Abroad.
Irish Blood, Manchester Heart
Oasis memang tumbuh sebagai salah satu wajah paling besar dari musik Inggris. Mereka berasal dari Manchester dan menjadi pusat ledakan Britpop pada pertengahan 1990-an. Definitely Maybe membawa mereka ke puncak, lalu (What's the Story) Morning Glory? menjadikan Oasis fenomena global.
Tetapi Noel melihat ada bagian dari Oasis yang berasal dari warisan Irlandia keluarganya. Dan hubungan itu tidak hanya muncul lewat pernyataan besar. Menjelang konser Oasis di Slane pada 1995, Noel mengatakan bahwa Peggy pasti akan datang.
Ia bahkan membayangkan ibunya akan hadir seperti “Queen of Sheba”. Noel juga pernah menulis tentang hal-hal kecil yang mengingatkannya pada musim panas di Irlandia. Dalam blog resmi Oasis, ia menyebut permen silvermints, keripik tayto, dan brunches ketika membicarakan perjalanan mereka ke negara tersebut.
Bagi orang lain, Tayto mungkin hanya sebungkus keripik. Bagi Noel, benda-benda seperti itu membawa ingatan tentang musim panas dan keluarga. Itulah sisi lain dari hubungan Gallagher dengan Irlandia. Tidak semuanya berupa pernyataan tentang identitas atau cerita keluarga besar yang datang ke konser.
Ada pula kenangan sederhana yang menempel sejak mereka masih muda. Ketika Oasis kembali memainkan konser di Irlandia pada era reuni, cerita tersebut mendapatkan babak baru. Tur reuni Oasis 2026 membawa mereka ke Dublin pada 16 dan 17 Agustus 2026.
Nama Oasis kembali terdengar di Irlandia setelah puluhan tahun sejak mereka menjadi salah satu band terbesar dunia. Mereka juga dijadwalkan kembali ke Slane Castle pada 4-5 September 2027. Dua konser ini akan membawa Oasis ke tempat yang punya sejarah khusus bagi keluarga Gallagher.
Slane bukan venue biasa bagi mereka. Di tempat itulah, pada 1995, Oasis pernah bermain sebagai band pendukung R.E.M. sambil membawa rombongan keluarga mereka. Saat itu, Oasis sedang berada di awal perjalanan menuju puncak. Lebih dari tiga dekade kemudian, mereka kembali sebagai band yang sejarahnya sudah jauh lebih panjang.
Manchester tetap menjadi rumah musikal Liam dan Noel. Di kota itulah Oasis menemukan suaranya, membangun reputasinya, dan memulai perjalanan yang membawa mereka ke seluruh dunia. Namun ketika Gallagher bersaudara berbicara tentang diri mereka sendiri, Irlandia selalu muncul dalam cerita.
Ada keluarga di Duleek dan Charlestown. Ada Peggy. Ada musim panas, Tayto crisps, dan Silvermints. Ada puluhan kerabat yang memenuhi Slane Castle pada 1995. Ada dua bersaudara asal Manchester di tengah segala keributan Oasis, tetap membawa nama Gallagher dan akar Irlandia keluarganya ke mana pun mereka pergi.